57GSGOUiym0RjqT60gh80ahb2hanHpOxHlTDFWHw
Bookmark

Review Dokumenter Ice Cold: Murder, Coffee and Jessica Wongso (2023)

Review Dokumenter Ice Cold: Murder, Coffee and Jessica Wongso (2023)

Jadi, ceritanya gua udah lama nggak ada pembaruan di sini. Akhirnya bisa unggah tulisan lagi setelah beberapa bulan. Gua ada nonton beberapa anime, film, dan series. Nanti akan gua tulis setu per satu. Sebagai perdana setelah hiatus, kangen juga nonton film dokumenter, apalagi kalau film dokumenter tersebut buatan Netflix, yang notabene bagus.

Awalnya, gua rencana akan mencari dokumenter dengan genre misteri yang telah rilis beberapa waktu belakangan. Ehh, ternyata kemarin (28 September 2023) Netflix rilis dokumenter terbaru. Sungguh momentum yang sangat pas, dan dokumenter ini mengangkat cerita yang ada di negara kita tercinta, Indonesia. Film dokumenter ini berjudul Ice Cold: Murder, Coffee and Jessica Wongso (2023). Gua mulai ya...

Deskripsi dan Sinopsis Dokumenter Ice Cold: Murder, Coffee and Jessica Wongso (2023)

Seperti yang telah dijelaskan di awal, dokumenter ini merupakan produksi dari Netflix dan tayang di Netflix pada 28 September 2023. Ice Cold: Murder, Coffee and Jessica Wongso (2023) disutradarai oleh Rob Sixsmith, di mana beliau juga yang menggarap dokumenter lain berjudul The Raincoat Killer: Chasing a Predator in Korea yang rilis pada tahun 2021. Ice Cold: Murder, Coffee and Jessica Wongso (2023) mengangkat kasus yang terjadi di Indonesia, yaitu pembunuhan menggunakan racun sianida dalam segelas kopi.

Plot dan Alur Cerita Dokumenter Ice Cold: Murder, Coffee and Jessica Wongso (2023)

Ice Cold: Murder, Coffee and Jessica Wongso (2023) bercerita tentang kasus yang terjadi pada tahun 2016. Sebuah kasus pembunuhan oleh Jessica Wongso kepada Wayan Mirna Salihin. Sebuah pembunuhan yang dilakukan dengan racun pada sebuah minuman kopi di sebuah kafe. Seperti inilah awal mulanya.

Wayan Mirna Salihin mengenal seorang wanita bernama Jessica Wongso yang dia temui sewaktu menjalani pendidikan di Australia. Dua wanita ini sangat akrab dan menjadi sahabat selama bertahun-tahun. Tapi, pita persahabatan tersebut kemudian putus setelah kematian Mirna pada tahun 2016 di sebuah kafe.

Waktu itu, setelah beberapa waktu tidak bertemu, kedua sahabat ini membuat janji untuk saling bertemu di sebuah kafe. Di sana, mereka memesan beberapa minuman termasuk kopi. Kopi yang dipesan diminum oleh Mirna.

Setelah beberapa waktu, terjadi kejanggalan. Mirna mengalami kejang-kejang dan sesak napas hingga akhirnya tak sadarkan diri. Orang-orang di sekitar, termasuk karyawan kafe, mencoba membantu Mirna dengan membawa Mirna ke rumah sakit, tetapi Mirna tidak tertolong.

Kasus kematian Mirna pun menjadi sorotan media dan rakyat Indonesia. Peristiwa kematian Mirna adalah peristiwa yang janggal dan membuat kehebohan di Indonesia. Banyak dugaan-dugaan dan teori liar tentang bagaimana Mirna meninggal dan siapa pelaku yang membunuhnya. Polisi turun tangan menangani kasus ini dan memperoleh sebuah nama, Jessica Wongso.

Review dan Ulasan Dokumenter Ice Cold: Murder, Coffee and Jessica Wongso (2023)

Dokumenter kali ini, yaitu Ice Cold: Murder, Coffee and Jessica Wongso (2023) yang tayang di Netflix agak mengecewakan bagi gua. Bukan karena soal kasus yang diangkat, melainkan soal adegan-adegan di film yang tidak ada konteks.

Secara penceritaan, dokumenter ini sukses menyampaikan pesannya. Pesan dari dokumenter ini, yaitu tentang sistem peradilan di Indonesia yang waktu itu masih banyak celah, tentang bagaimana kita harus berjuang mahal untuk sebuah keadilan, dan tentang berantakannya peradilan waktu itu.

Perihal kasus Mirna yang diangkat, dokumenter Ice Cold: Murder, Coffee and Jessica Wongso (2023) membebaskan penonton untuk menentukan apakah  pelaku, Jessica Wongso, bersalah atau tidak bersalah atas pembunuhan yang terjadi pada Wayan Mirna Salihin. Sepanjang film diperlihatan proses penyelidikan, rekaman-rekaman selama kasus tersebut belangsung, entah itu sebagai bukti Jessica membunuh Mirna atau pun tidak.

Nah, itu hal-hal yang gua sukai dari film dokumenter ini. Tetapi, dari sana juga hadir hal yang nggak gua suka. Selayaknya dokumenter, pasti akan dimasukkan rekaman saat kasus tersebut terjadi dan juga rekaman orang-orang yang terlibat pada kasus tersebut.

Rekaman orang-orang yang terlibat pada kasus tersebut lah yang membuat gua kurang suka dengan dokumenter Netflix kali ini. Salah satu contohnya adalah narasumber yang sedang pamer senjata api, dan atau mendiskusikan rumah makan dan makanan yang mereka makan. Sangat di luar konteks.

Selebihnya gua suka dan nggak ada keluhan. Rating dari gua untuk film dokumenter Ice Cold: Murder, Coffee and Jessica Wongso (2023) adalah 7/10 biji kopi yang bikin mati. Buat kalian yang penasaran, langsung nonton aja di Netflix.

Baca juga: Review Film Dokumenter American Murder: The Family Next Door (2020) 

Posting Komentar

Posting Komentar