57GSGOUiym0RjqT60gh80ahb2hanHpOxHlTDFWHw
Bookmark

Review Film Rise of the Planet of the Apes (2011)

Film ini merupakan remake dari film lama yang berjudul mirip. Berikut review film sci-fi Rise of the Planet of the Apes (2011).

Deskripsi dan Sinopsis Film Rise of the Planet of the Apes (2011)

Zat yang dirancang untuk membantu otak memperbaiki dirinya sendiri memberikan kecerdasan tingkat lanjut bagi simpanse yang memimpin pemberontakan kera.

Plot dan Alur Cerita Film Rise of the Planet of the Apes (2011)

Film ini becerita tenta Caesar (disuarakan oleh Andy Serkis), seekor kera sebatang kara yang diadopsi oleh Will (diperankan oleh James Franco). Will merupakan seorang peneliti di sebuah perusahaan yang bergerak di bidang obat-obatan. 

Film dibuka dengan kisah ibu Caesar yang ditangkap oleh pemburu dan dibawa ke laboratorium tempat Will bekerja. Di sana, Will sedang mengerjakan sebuah proyek untuk menemukan obat Alzheimer. Sebuah penyakit degeneratif pada otak yang membuat sel-sel pada otak yang sudah mati tidak bisa menyembuhkan diri.

Alzheimer akan membuat korban mulai kehilangan ingatan hingga akhirnya fungsi otak berhenti. Nah, dalam proyek yang dikerjakan Will, dia sedang mencari obat untuk penyakit tersebut. Penyakit yang diderita ayahnya. Dia pun bereksperimen obat yang sedang dia buat pada hewan yaitu kera. Dan di sanalah ibunya Caesar hadir, sebagai kera yang menjadi bahan percobaan.

Awal mulanya percobaan pada obat tersebut menunjukkan keberhasilan. Kera yang disuntikkan obat tersebut menunjukkan perkembangan kepintaran, motorik, dsb. Will pun mengajukan untuk melanjutkan percobaan tersebut pada manusia. Sayangnya permintaan Will ditolak setelah terjadi insiden ditempat kerjanya Will.

Ibunya Caesar yang saat itu mengandung dan melahirkan Caesar mengamuk dan lepas dari kurungannya. Pihak perusahaan menyimpulkan kalau proyek tersebut gagal, belum bisa melanjutkan ke tahap uji manusia karena ada efek samping seperti yang ditunjukkan oleh ibunya Caesar. Ibunya Caesar pun terpaksa harus ditembak karena menyerang orang-orang.

Ternyata ibunya Caesar bukan agresif tetapi protektif karena ingin melindungi Caesar. Sekarang Caesar sendirian. Will pun mengadopsi Caesar.

Review Film Rise of the Planet of the Apes (2011)
Caesar kecil diadopsi Will (dok. IMDb/Rise of the Planet of the Apes 2011)

5 tahun berlalu, Caesar yang tinggal bersama Will menunjukkan adanya perkembangan kecerdasan dibanding dengan kera pada umumnya. Dari waktu ke waktu Caesar semakin pintar. Mengerti perintah manusia, bisa beradaptasi dengan lingkungan hingga mampu menggunakan bahasa isyarat.

Will yang takjup pun melakukan penyelidikan, ternyata gen ibunya Caesar yang sudah disuntik dengan obat buatan Will diwariskan ke Caesar. Harapan Will pun semakin tinggi, dia percaya kalau obat buatannya bekerja dengan baik. Akhirnya secara diam-diam dia menggunakan obat tersebut ke ayahnya dan hasil menakjubkan muncul, obat tersebut bukan hanya menyembuhkan Alzheimer bahkan meningkatkan kecerdasan.

Waktu berlalu, kehidupan Will, ayahnya dan Caesar pun berjalan dengan sempurna. Mereka bahagia hingga suatu hari insiden terjadi. Penyakit ayah Will kambuh lagi bahkan lebih ganas, obat buatannya dikalahkan oleh penyakit yang bermutasi untuk bisa beradaptasi terhadap obat tersebut.

Suatu pagi, pikun ayahnya Will kambuh, dia mencoba mengendarai mobil yang ternyata mobil tetangga dan menyebabkan kecelakaan. Ayahnya Will pun diperlakukan kasar oleh pemilik mobil. Caesar yang melihat itu tidak terima, dia membalas menyerang ke orang yang berbuat kasar ke ayahnya Will hingga orang tersebut terluka. Akibatnya, Caesar harus ditangkap dan dimasukkan ke tempat penampungan hewan, berpisah dari Will dan ayahnya.

Review Film Rise of the Planet of the Apes (2011)
Caesar bersama kelompok kera melakukan pelarian (dok. IMDb/Rise of the Planet of the Apes 2011)

Semenjak itulah kisah Caesar berubah. Dia yang merupakan kera pintar diperlakukan kasar di sana, baik oleh penjaga penampungan bahkan kawanan kera di sana. Kemudian, Caesar yang ingin tinggal bersama Will dibuat kecewa oleh Will karena tidak bisa mengeluarkan Caesar dari sana dalam waktu dekat.

Akhirnya Caesar memutuskan kalau itu sudah cukup, dia ingin bebas, bukan sebagai hewan peliharaaan, bukan sebagai alat percobaan, melainkan sebagai hewan yang bebas di alam. Akhirnya dia memutuskan untuk merencanaka pelarian bersama kelompok keranya, pergi ke alam dan hidup bebas.

Review dan Ulasan Film Rise of the Planet of the Apes (2011)

Ini adalah salah satu film terbaik dan salah satu film kesukaan gua dari banyak film yang udah gua tonton. 

Baik secara cerita dan karakter, film bagus. Gua yang udah banyak menonton film, biasanya film remake tidak akan sebagus dengan film aslinya. Tapi ini beda, film ini dari berbagai sudut lebih baik dari film sebelumnya. Secara tokoh lebih bagus, secara cerita juga lebih bagus, kualitas film juga jangan ditanya, beda bangetlah.

Dulu waktu pertama kali rilis di tahun 2011 gua ngga bisa nonton karena akses untuk menonton film ini di kota tempat gua berasal sangat terbatas, setelah 2 tahun akhirnya gua bisa juga nonton. Dan gua inget banget waktu itu gua nontonnya di mana, FOX Movie.

Yap, di televisi. Walaupun di kota asal gua tidak ada bioskop dll, tapi untungnya layanan kabel televisi tersedia dan gua bisa nonton juga deh. Seneng banget waktu itu bisa nonton.

Review Film Rise of the Planet of the Apes (2011)
Caesar dan Will (dok. IMDb/Rise of the Planet of the Apes 2011)

Yang gua suka dari film ini adalah karakter Caesar dan jalan ceritanya. Caesar yang merupakan kera dan punya sejarah kelam bisa berjuang untuk kebebasan yang dia inginkan. Hidup bebas tanpa kekangan. Hubungan Caesar dengan Will juga keren banget. Sebagai keluarga sampai kapan pun walau pun harus berpisah. Terbaik deh, salah satu film kesukaan gua.

Rating (personal) film Rise of the Planet of the Apes (2011): 9/10

Baca juga: Review Film Dawn of the Planet of the Apes (2014)

Jangan lupa nonton agar tetap waras dan terhibur. Sampai jumpa.

Posting Komentar

Posting Komentar