57GSGOUiym0RjqT60gh80ahb2hanHpOxHlTDFWHw
Bookmark

Review Film Spectral (2016)

Ulasan Film Spectral (2016)

Gua baru tahu kalau Netflix udah produksi film mereka sendiri sejak lama. Salah satunya film ini, film yang gua temukan saat mengorek librari Netflix. Mari review film Spectral (2016).

Deskripsi dan Sinopsis Film Spectral (2016)

Spectral (2016) merupakan film aksi yang bertema peperangan di bagian timur tengah Bumi. Film ini mengisahkan sekelompok tentara yang berperang melawan para pemberontak yang menyebabkan perpecahan. Saat perang, muncul fenomena aneh. Makhluk-makhluk beruwjud seperti manusia dengan bentuk seperti asap menyerang mereka. Para tentara harus berhadapan dengan makhluk misterius tersebut yang bisa disebut juga makhluk spektral atau hantu.

Film Spectral (2016) merupakan film yang diproduksi oleh Netflix bersama Legendary Entertainment dan Mid Atlantic Films. Film ini disutradarai oleh Nic Mathieu dengan durasi kurang lebih 110 menit. Film Spectral (2016) dibintangi oleh James Badge Dale, Emily Mortimer, Bruce Greenwood, Max Martini, Cory Hardrict, Clayne Crawford, Gonzalo Menendez, dan lainnya.

Plot dan Alur Cerita Film Spectral (2016)

Ketika sebuah kekuatan misterius muncul di tengah konflik militer, Dr. Mark Clyne, seorang ilmuwan brilian, bergabung dengan pasukan elit untuk mengungkap asal-usul entitas aneh yang memburu para prajurit di medan perang.

Sebuah ancaman tak terlihat melanda kota yang dilanda konflik, menyebabkan kekacauan dan kebingungan di antara pasukan militer. Bersama dengan timnya yang terdiri dari ahli teknologi dan tentara terlatih, Dr. Clyne berusaha mengidentifikasi dan melawan musuh yang tak terlihat.

Review dan Ulasan Film Spectral (2016)

Gua sempat liat cuplikan atau semacam trailernya di Netflix sebelum akhirnya memutuskan untuk menonton film ini. Dari cuplikan ini, gua tertarik juga buat nonton karena gua rasa ide cerita filmnya menarik. "Bagaimana jika sekelompok tentara atau prajurit harus menghadapi sosok spektral yang masyarakat kenal dengan hantu?" Dan film ini sukses menciptakan rasa penasaran tentang hal tersebut.

Setelah menonton film ini, bisa gua simpulkan adalah ide ceritanya menjanjikan. Sayangnya, cerita ditutup dengan memaksa ide perihal sosok spektral tersebut yang merupakan teknologi dari sains. Amat sangat disayangkan. Menurut gua, lebih baik mereka membuat sosok yang dilawan adalah sosok spektralyang tidak bisa dijelaskan sains dan mereka melawannya dengan sains. Bakal menarik banget tuh harusnya. Kayak di film Avatar (2009), unsur sainsnya ada dari teknologi dan lainnya, tapi unsur supranatural seperti memindahkan jiwa dan orang yang telah mati juga ada.

Untuk adegan dan cerita aksi di film ini, sangat oke. Tentara yang melawan sosok spektral menggunakan senjata biasa, sementara para spektral dengan kemampuan misterius mereka bisa membunuh manusia dengan mudah. Namun manusia tidak tinggal diam, mereka mengembangkan senjata yang akhirnya bisa bekerja untuk mengalahkan para makhluk spektral tersebut. Seru.

Hal menarik di film ini adalah kisah bagaimana mereka mengembangkan senjata tersebut diceritakan perlahan melalui petunjuk-petunjuk kecil, eksperimen, dan kegagalan. "Manusia adalah makhluk hebat karena bisa beradaptasi dan memunculkan ide untuk bisa bertahan hidup." Film Spectral (2016) gua berikan rating 7/10 kamera serba guna, dari mengambil gambar hingga menjadi radar dan senjata. Agak nggak masuk akal, tapi seru. Tapi, endingnya taek.

Baca juga: Review Film Next (2007)

Posting Komentar

Posting Komentar