57GSGOUiym0RjqT60gh80ahb2hanHpOxHlTDFWHw
Bookmark

Review Film Oppenheimer (2023)

Ulasan Film Oppenheimer (2023)

Udah agak lama sebuah film biografi rilis. Seneng gua akhirnya ada film biografi yang mengangkat kisah para penemu yang penemuannya merubah dunia. Salah satunya adalah Oppenheimer atau bapak atom dunia. Inilah review gua untuk film Oppenheimer (2023).

Deskripsi dan Sinopsis Film Oppenheimer (2023)

Oppenheimer (2023) adalah sebuah film biografi yang menceritakan kisah seorang penemu bom atom bernama J. Robert Oppenheimer. Film ini memiliki durasi selama kurang lebih 180 menit. Dengan mengambil latar awal tahun 1900-an, film ini akan menampilkan bagaimana perjalanan Oppenheimer membuat sebuah senjata mematikan bernama bom atom.

Oppenheimer (2023) disutradarai oleh sutradara kenamaan, yaitu Christopher Nolan. Film ini diproduksi oleh Universal Pictures, Atlas Entertainment, dan Gadget Films. Film ini adalah sebuah film biografi atau disebut juga film biopik dengan latar cerita tahun 1900-an pada masa Perang Dunia I dan II. Pemain di film Oppenheimer (2023) ada Cillian Murphy, Emily Blunt, Matt Damon, Robert Downey Jr., Alden Ehrenreich, Scott Grimes, Jason Clarke, dan lainnya.

Plot dan Alur Cerita Film Oppenheimer (2023)

J. Robert Oppenheimer adalah pria yang memimpin sebuah kelompok dalam sebuah proyek untuk membuat bom atom. Nama proyek tersebut adalah Proyek Manhattan. Sebuah proyek yang dibuat oleh pemerintah Amerika Serika selama Perang Dunia I.

Awalnya, proyek tersebut dimaksudkan untuk mendahului Nazi, yang menyebabkan Perang Dunia I, yang juga mengerjakan proyek yang mirip untuk membuat bom atom. Amerika membuat proyek yang sama karena berniat untuk mendahului Nazi dan mencegah Nazi untuk memiliki senjata pemusnah masal yang mengancam dunia. Namun, Nazi akhirnya kalah dan proyek Manhattan berubah haluan.

Setelah Nazi kalah, beberapa tahun kemudian terjadi Perang Dunia II dengan musuhnya adalah Jepang. Pengerjaan Proyek Manhattan dilanjutkan dengan tujuan baru, yaitu untuk menghentikan Perang Dunia II. Oppenheimer akhirnya berhasil membuat bom atom tersebut dan Amerika menggunakannya. Bom atom dijatuhkan di kota Hiroshima dan Nagasaki, Jepang, dan membuat Jepang menyerah sehingga Perang Dunia II berakhir. Namun, dampak dari bom atom tersebut menghantui Oppenheimer.

Rasa bersalah muncul karena telah membuat sebuah alat mengerikan yang mampu menghancurkan dunia. Tidak itu saja, karena penggunaan senjata bom atom yang mengerikan dengan korban jiwa yang tak terhitung, sebagian orang mengutuk Oppenheimer karena telah menciptakan senjata mengerikan tersebut. Oppenheimer juga disidang dalam sebuah peradilan tertutup karena diduga telah berkhianat dan memiliki relasi dengan partai komunis. Oppenheimer harus berjuang melawan rasa bersalah dan juga tuduhan yang meragukan kesetiannya.

Review dan Ulasan Film Oppenheimer (2023)

Film ini sangat sesuai ekspektasi gua karena gua memiliki referensi film mirip berjudul The Imitation Game (2014). Film yang menceritakan biografi tokoh penemu dunia yang mengubah dunia, namun hidup mereka dikhianati oleh dunia juga. Oppenheimer (2023) gua berikan rating 8/10 tanah kosong menjadi kota dan kota menjadi tanah kosong.

Hal utama yang gua suka adalah cara film ini membawakan cerita dengan warna berbeda untuk menggambarkan sudut pandang berbeda. Ketika hitam putih, kita akan menyaksihkan kisah saat pengadilan dan pengungkapan fakta tentang Oppenheimer dari sudut pandang orang-orang. Sementara saat filmnya berwarna, kita akan mengikuti kisah hidup Oppenheimer saat dia menciptakan bom atom yang akhirnya merubah dunia. Awalnya sih gua kaget karena warna film hitam putih dengan latar pengadilan, namun seiring berjalannya film gua mulai paham maksudnya.

Hal lain yang gua suka adalah bisa melihat tokoh-tokoh hebat sains yang hadir di film ini. Meski gua nggak mengenal beberapa nama, tapi ada juga yang gua tahu seperti ... dan tentu saja sudah tidak asing lagi juga oleh kalian ... Albert Einstein. Gua nggak tahu apakah penokohan di film sesuai dengan aslinya, tapi bisa melihat tokoh terkenal tersebut hidup di sebuah film itu sungguh magis rasanya.

Hal yang gua kurang suka karena alur cerita yang lambat... sangat lambat. Bikin bosan dan gua sempat menguap dan berasa ngantuk di sejam lebih pertama. Apalagi durasinya yang panjang menambah rasa bosan ke film ini. Penonton nanti akan kembali merasa film ini seru saat Oppenheimer mulai membuat bom dan mulai bereksperimen. Film ini akan enak ditonton dan lebih menyenangkan jika saja durasinya nggak terlalu lama seperti The Imitation Game (2014). Sekian deh. Selamat nonton.

Baca juga: Review Film The Imitation Game (2014)

Posting Komentar

Posting Komentar