57GSGOUiym0RjqT60gh80ahb2hanHpOxHlTDFWHw
Bookmark

Review Film Sewu Dino (2023)

Ulasan Film Sewu Dino (2023)

Gua nggak bisa nonton di bioskop sih karena di kota gua tidak ada bioskop. Padahal film ini adalah salah satu film yang sangat gua nantikan. Film yang diangkat dari novel yang sebelumnya udah gua baca. Berikut review film Sewu Dino (2023).

Deskripsi dan Sinopsis Film Sewu Dino (2023)

Beberapa tahun sebelumnya, pernah viral sebuah utas di Twitter (sebelum berganti menjadi X) berjudul KKN di Desa Penari yang ditulis oleh seseorang bernama SimpleMan. Seorang penulis anonim. Setelah viralnya KKN di Desa Penari, SimpleMan kemudian menulis hingga sekarang utas-utas kisah horor. Salah satunya berjudul Sewu Dino. Kisah Sewu Dino kemudian diadaptasi menjadi novel yang sekarang ini sudah memiliki total 3 buku, yaitu Sewu Dino, Janur Ireng, dan Ranjat Kembang.

Kemudian, Sewu Dino selain diadaptasi menjadi buku, juga diadaptasi ke layar lebar. Sewu Dino (2023) bercerita tentang sebuah santet mengerikan bernama Sewu Dino. Santet ini  akan membuat targetnya menderita selama 1000 hari hingga akhirnya target meninggal. Namun, tidak hanya target yang akan menderita, tetapi juga orang-orang yang memiliki hubungan darah akan menderita dan bahkan juga meninggal.

Film horor Sewu Dino (2023) disutradarai oleh Kimo Stamboel. Film ini berdurasi kurang lebih 120 menit alias 2 jam. Ada pun pemain di film adalah Mikha Tambayong, Rio Dewanto, Givina Lukita, Agla Artalidia, Karina Suwandhi, Gisellma Firmansyah, Marthino Lio, Pritt Timothy, dan lainnya.

Plot dan Alur Cerita Film Sewu Dino (2023)

Sri adalah seorang gadis miskin yang tinggal bersama ayahnya. Karena ayahnya sedang sakit dan butuh uang untuk pengobatan, Sri pergi mencari pekerjaan. Sri memperoleh informasi lowongan pekerjaan sebagai seorang pembantu. Lowongan tersebut dibuka oleh sebuah keluarga kaya yang memiliki bisnis rumah makan dari ujung timur hingga ujung barat pulau Jawa. Keluarga tersebut bernama Atmojo.

Namun, pekerjaan tersebut tidak seperti pekerjaan pembantu yang dibayangkan Sri. Sri bersama dua pembantu lain diharuskan untuk merawat seorang gadis bernama Della Atmojo. Sri akhirnya mengetahui bahwa Della adalah korban sebuah santet bernama Sewu Dino. Santet yang akan menggerogoti targetnya hingga akhirnya meninggal.

Setelah mengetahui hal tersebut, Sri menolak pekerjaan yang telah diambilnya. Di saat Sri mencoba pergi dengan cara meninggalkan rumah tersebut, Sri tiba-tiba pingsan dan mimisan. Terkuak juga, Karsa Atmojo yang merupakan kepala keluarga Atmojo telah membuat perjanjian darah dengan para pembantunya termasuk Sri. Perjanjian tersebut adalah mereka harus merawat Della hingga hari ke-1000 atau mereka akan celaka. Sri terpaksa mengikuti perjanjian tersbeut, namun semua ini hanya sebuah permulaan dari teror mengerikan yang akan datang.

Review dan Ulasan Film Sewu Dino (2023)

PUAS! Sangat puas dengan adaptasinya. Cerita dari utas Twitter, novel, dan hingga film masih memiliki garis utama cerita yang sama. Meskipun beberapa detail ada yang berubah, tapi adegan-adegan penting yang menjadi kunci cerita diadaptasi dengan baik. Hormat kepada rumah produksi, penulis, dan sutradaranya.

Alasan lain gua suka dengan film ini, yaitu sutradara tidak menahan diri untuk mengadaptasi cerita. Terutama adegan mengerikan dan sadisnya. Keren parah. Terutama desain setannya. Sesuai banget dengan imajinasi gua yang telah membaca novelnya.

Hal yang kurang bagi gua adalah ada beberapa bagian cerita yang tidak logis. Konteks tidak logis di sini adalah hubungan sebab-akibatnya. Contoh salah satu adegan di film. Ada seorang tokoh pembantu bernama Dini. Dini udah bekerja cukup lama kepada keluarga Atmojo, tahu tentang Della, dan sudah mengurus Della. Secara logika, Dini harusnya tahu dan paham apa saja yang harus dilakukan. Namun, di film Dini kadang bertindak seperti pembantu baru yang masih dalam tahap belajar, tapi kadang malah bersikap udah berpengalaman dan mengerti. Aneh dan agak kontradiktif.

Ada beberapa kejadian lain yang seperti itu, terutama terjadi pada karakter Dini. Hal lain adalah adanya perubahan nama karakter. Nggak terlalu harus dipermasalahkan sih, tapi terpikir juga bakal berpengaruh ke cerita selanjutnya jika akan terus dilanjutkan. Kesimpulannya, gua berikan rating 8/10 kelopak bunga merah berdarah untuk film Sewu Dino (2023). Film ini menjadi salah satu dari sekian banyak film yang nggak melulu mengangkat perihal pocong, kuntilanak, atau pun roh penasaran. Bosen kalau temanya itu-itu aja.

Baca juga: Review Film KKN di Desa Penari (2023)

Posting Komentar

Posting Komentar