57GSGOUiym0RjqT60gh80ahb2hanHpOxHlTDFWHw
Bookmark

Review Novel Sang Pemanggil Hiu (The Shark Caller)

Blurb dan Sinopsis Novel Sang Pemanggil Hiu (The Shark Caller)

“Aku ingin bisa memanggil hiu. Kumohon ajari aku mantranya dan tunjukkan caranya!”

Di tengah keputusasaannya menjadi pemanggil hiu untuk membalaskan kematian orangtuanya, Blue Wing terpaksa berteman dengan pendatang baru yang amat menjengkelkan, Maple Hamelin. Awalnya mereka bak air dan minyak, susah sekali akrab. Namun ketika air pasang mengembuskan kasak-kusuk adanya harta karun, mereka pun mencoba menaklukkan perbedaan dan menantang hiu paling mematikan di lautan.  

Keduanya berkelana di antara deburan ombak, menjalin persahabatan, memupuk keberanian, dan menguatkan hati untuk memaafkan. Semuanya terjadi di tepi pantai indah Papua Nugini.

Plot dan Jalan Cerita Novel Sang Pemanggil Hiu (The Shark Caller)

Blue Wing adalah seorang gadis yang cerdas dan tangguh. Ia tumbuh dengan keyakinan kuat pada kepercayaan nenek moyangnya tentang hubungan erat antara manusia dan alam. Salah satu kepercayaan yang paling penting adalah hubungan erat antara manusia dan hiu.

Ketika Blue Wing kecil, ibunya meninggal dunia saat mencoba menyelamatkan nyawa anaknya dari serangan hiu. Blue Wing merasa sangat terpukul dan terobsesi untuk membalas dendam pada hiu.

Baca juga: Review Novel Petualangan Jack & Piggy Natal (The Christmas Pig)

Blue Wing yang yatim paitu harus hidup bersama Siringen. Seorang pria yang adalah seorang pemanggil hiu generasi terakhir yang ada di desa. Sirigen ingin mewariskan adat yang selama ini  dia lakukan ke generasi selanjutnya, namun ada sebuah kepercayaan kalau seorang pemanggil hiu haruslah laki-laki. Sehingga, di saat Blue Wing ingin belajar memanggil hiu, Sirigen selalu menolak karena mengikut tradisi.

Inilah kisah Blue tentang bagaimana dia menghadapi kebencian dan kemarahannya untuk balas dendam serta meruntuhkan dinding stigma tentang apa yang bisa dan tidak bisa dilakukan oleh seorang wanita.

Review dan Ulasan Novel Sang Pemanggil Hiu (The Shark Caller)

Sampul cantik dengan kombinasi warna dominan biru menggambarkan kehidupan di pinggiran pantai atau perairan. Juga memberikan kesan mistis dan misterius.

Karakter yang sempurna. Baik karakter utama Blue Wing, atau karakter pendukung seperti Siringen (ayah angkat Blue Wing), profesor dan anak gadisnya, Mample, ketua adat desa dan anaknya. Semuanya memiliki peran, konflik masing-masing, dan terhubung atau menyatu dalam cerita si karakter utama, Blue Wing.

Plot cerita dan jalan cerita tidak perlu diragukan lagi. Narasi, deskripsi cerita yang bagus berkualitas didukung dengan dialog karakter yang sangat cocok. Kalian akan menemukan banyak baris kalimat yang bisa dijadikan kuot. Pesan moral dan nasehat kehidupan yang bertebaran.

Review Novel Sang Pemanggil Hiu (The Shark Caller) oleh Zillah Bethell
Novel Sang Pemanggil Hiu (The Shark Caller) oleh Zillah Bethell (dok. pribadi Rio Odestila)

Foreshadowing yang keren. Petunjuk cerita yang gamblang tetapi membuat pembaca ragu, menebak-nebak hingga terungkap semuanya.

Topik yang diangkat dan kritik penulis terhadap banyak hal. Tradisi, kesetaraan, perkembangan zaman, kepercayaan, kekuasaan, alam dan lingkungan, dan banyak lagi.

Yang menjadi perdebatan. Dilema. Usia karakter utama anatara 11-12 tahun yang dianggap pemikiran karakter tersebut terlalu bijaksana untuk anak seusianya dan latar waktu yang agak ambigu. Serta penggunaan bahasa lokal Papua Nugini yang dirasa terlalu berlebihan tetapi berbentuk sepotong-sepotong, bukan dalam kalimat utuh.

Rating (personal) novel Sang Pemanggil Hiu (The Shark Caller): 5/5

Baca juga: Review Novel The War that Saved My Life

Video Review dan Ulasan Novel Sang Pemanggil Hiu (The Shark Caller)

Posting Komentar

Posting Komentar