57GSGOUiym0RjqT60gh80ahb2hanHpOxHlTDFWHw
Bookmark

Review Komik I've been Killing Slimes for 300 Years Vol. 1

Blurb dan Sinopsis Komik I've been Killing Slimes for 300 Years Vol. 1

Azusa, seorang budak perusahaan yang mendedikasikan hidupnya untuk bekerja mati-matian... sampai mati betulan. Atas belas kasihan dewa, dia diberikan kehidupan kedua di dunia lain. Permintaannya adalah hidup abadi, dengan santai. 300 tahun berlalu. Azusa yang dikenal sebagai Penyihir Dataran Tinggi tiap hari membunuh slime, dan tahu-tahu dia sudah jadi makhluk terkuat di dunia.

Plot dan Jalan Cerita Komik I've been Killing Slimes for 300 Years Vol. 1

Tiba-tiba meninggal karena kelelahan kerja, pegawai kantor Azusa Aizawa menemukan dirinya di hadapan seorang malaikat, yang memungkinkannya bereinkarnasi ke dunia baru sebagai penyihir abadi, di mana ia menghabiskan harinya dengan membunuh slime untuk mendapatkan uang dalam liburan yang sejatinya abadi. Namun, meskipun poin pengalaman yang diperoleh dari slime terbilang sedikit, poin-poin tersebut terus bertambah setelah ratusan tahun, dan Azusa menemukan bahwa secara tidak sengaja ia mencapai level maksimum! Takut bahwa kemampuannya yang kuat akan menarik perhatian orang dan memaksa dia kembali ke kehidupan yang melelahkan, ia memutuskan untuk menyembunyikan kekuatannya demi menjaga gaya hidup yang damai.

Meskipun berusaha keras, cerita tentang "Penyihir Dataran Tinggi" dengan level maksimum menyebar di seluruh negeri, dan seekor naga yang bangga bernama Laika datang untuk menguji kekuatannya. Meskipun Azusa berhasil mengalahkan dan berteman dengan Laika, masalah muncul ketika teman dan musuh datang mencari penyihir yang tersembunyi tersebut.

Review dan Ulasan Komik I've been Killing Slimes for 300 Years Vol. 1

Slice of (koplak) life..

Komik yang bercerita tentang kehidupan santai setelah kematian karena overwork. Setelah hidup 300 tahun karena mewarisi kehidupan abadi, tanpa sadar level kekuatannya sudah maksimal dengan berburu slime monster terlemah yang ada. Dan kelucuan-kelucuan pun datang akibatnya.

Volume 1 ini sedikit menyinggung tentang budaya kerja di Jepang di mana para pekerja sering lembur dan lupa istirahat. Melupakan kesehatan diri sendiri yang bahkan berakibat fatal.

Review Komik I've been Killing Slimes for 300 Years Vol. 1
Komik I've been Killing Slimes for 300 Years Vol. 1 oleh Yusuke Shiba (dok. pribadi/Rio Odestila)

"Kerja lembur bagai kuda, hidup glamor foya-foya, tau-tau tak bernyawa..."

Walaupun tidak semua karena uang, tapi budaya tersebut sering kali menjadi kebiasaan buruk di kalangan pekerja dan masyarakat sebagai ajang unjuk diri pada pencapaian dan jabatan yang diperoleh.

Bisa belajar karena terkadang dalam kehidupan itu tidak perlu memaksakan segala hal dan kehendak. Apalagi kalau tujuannya untuk memuaskan diri orang lain. Cukup lakukan sebisa dan semampunya, belajar, dan konsisten dengan pantang menyerah.

Rating (personal) komik I've been Killing Slimes for 300 Years Vol. 1: 4/5

Baca juga: Review Komik Burn the Witch Vol. 1

Video Review dan Ulasan Komik I've been Killing Slimes for 300 Years Vol. 1

Posting Komentar

Posting Komentar