57GSGOUiym0RjqT60gh80ahb2hanHpOxHlTDFWHw
Bookmark

Review Novel Rumah Bunuh Diri

DISCLAIMER!

Review berikut adalah opini personal penulis. Pembaca diminta untuk jangan terlalu diambil hati karena ini adalah ditulis sesuai selera penulis. Mengutip lupa dari siapa:

Review atau ulasan adalah karya dalam bentuk tulisan atau lainnya yang berisi informasi, baik fakta maupun opini, dari yang membuatnya. Review merupakan karya subjektif, yaitu berisi informasi, baik fakta atau opini, milik pembuatnya, yang dibuat secara objektif, yaitu tanpa pengaruh pihak luar.

Blurb dan Sinopsis Novel Rumah Bunuh Diri

Semua anak yang tinggal di rumah itu mengakhiri hidup mereka sendiri. Karena itulah, orang-orang menyebutnya Rumah Bunuh Diri. Namun, Adrianna yang baru pindah sudah depresi sejak awal dan tinggal di rumah tersebut malah membuatnya menemukan tujuh teman baru sekaligus, yang dia sebut The Boys. Hidupnya yang sepi, kini riuh kembali.

Hingga malam penuh tragedi itu datang. Ketika mereka menemukan mayat di taman dan terjebak dalam permainan Werewolf yang mengancam nyawa.

Lari, lari, ayo sembunyi. Jangan sampai dipergoki atau bisa-bisa kau ... mati.

Plot dan Jalan Cerita Novel Rumah Bunuh Diri

Seorang gadis bernama Adrianna dan keluarganya baru pindah rumah dan ternyata dulunya rumah tersebut terdapat rentetan tragedi. Dulu, setiap anak yang tinggal di rumah tersebut mengalami peristiwa aneh hingga mengakibatkan kematian. Adrianna kemudian bertemu dengan 7 pemuda tampan dan menawan dan peristiwa aneh pun terjadi.

Review dan Ulasan Novel Rumah Bunuh Diri

Pertama nih, salut dengan penulis yang mampu membuat karakter yang unik, terutama karakter utama, Adrianna. Dia digambarkan sebagai gadis remaja yang memiliki permasalah mental dan medis berupa Extreme Anxiety. Memiliki emosi yang naik-turun dan selalu berpikir secara berlebihan. Suka bagaimana penulis mengangkat permasalah mental dalam ceritanya.

Kedua, karakternya kokoh dengan latar dan permasalahnya.

Ketiga, suka bagaimana penulis menggunakan pop culture yang diselipkan di sepanjang cerita.

Yang mengganggu (mungkin sebagian orang) adalah teknis dialog yang digunakan. Labil... Campur antara bahasa Indonesia dan bahasa Inggris, kemudian kadang formal dan terkadang kasual.

Baca juga: Review Novel Ferris Wheel at Night

Nuansa dan atmosfer yang dibuat kurang menegangkan untuk buku thriller. Bahkan sampai 70% isi buku masih santai tentang kehidupan kaula muda penuh drama. Antagonis yang menjadi pelaku juga bisa diketahui dengan mudah secara tidak langsung, ya diantara mereka walaupun nggak ketebak siapa lebih tepatnya. Mengurangi keseruan.

Idenya segar di mana menggunakan permainan Werewolf sebagai media kejadian mengerikan terjadi, tetapi cara menyelipkannnya terlalu dipaksa, kurang mulus, dan dadakan. Rating novel Rumah Bunuh Diri:

3
Permainan malapetaka yang biasa aja

Video Review dan Ulasan Novel Rumah Bunuh Diri

Posting Komentar

Posting Komentar