57GSGOUiym0RjqT60gh80ahb2hanHpOxHlTDFWHw
Bookmark

Review Novel Pengakuan Dosa

Blurb dan Sinopsis Novel Pengakuan Dosa

Aku memanggilnya si Kuning. Sesosok perempuan Tionghoa berambut sebahu, dengan wajah rata tanpa mata, hidung, dan mulut, hanya lekukan yang terlihat. Biasanya aku akan ketakutan setiap melihat hantu, tapi tidak kali ini. Munglin karena wujudnya yang bagus, atau bisa juga karena dia tidak ada usaha untuk menyerang seperti yang kualami.

Potongan ingatan akan pertemuan dengannya muncul samar-samar. Aku mengingat pernah bermain, berlari dengannya di tengah hujan. Aku juga mengingat dia pernah berjalan bersamaku di koridor rumah lama ketika aku masih kecil.

Keberadaannya mengurangi stres yang kualami. Meski tak banyak bicara, aku tak lagi merasa sendiri. Rasanya sangat miris, menaruh perasaan senang pada teman yang bukan manusia. Kurasa tak apa, jauh lebih baik dari pada harus seorang diri menghadapi tekanan ini.

Siapa yang ingin memiliki kemampuan ini jika itu berarti: keluarga menentang, lingkungan menganggap aneh, kesehatan fisik dan mental turun drastis. Aku hanya ingin mengakhiri malam-malamku yang penuh teror akan kehadiran “mereka” dengan menutup mata batinku. Aku hanya ingin hidup tenang dan bisa tidur.

Plot dan Jalan Cerita Novel Pengakuan Dosa

Indigo. Sebutan untuk seseorang yang memiliki kelebihan atau kemampuan spesial, mulai dari sifat, pemikiran, hingga supranatural. Tidak banyak orang yang memiliki kelebihan ini. Dan Filo Sebastian memilikinya.

Semua bermula ketika Filo sedang menempuh pendidikan SMP-SMA. Suatu hari, Filo melihat orang dengan kondisi mengerikan. Wajah pucat, penuh luka, dan berdarah-darah. Awalnya Filo tidak tahu kalau orang tersebut adalah sosok supranatural yaitu roh gentayangan.

Tetapi, kejadian tersebut terus terjadi. Hingga suatu momen, bukan Filo yang berjumpa dengan sosok gaib melainkan sosok gaib tersebut yang menghampiri Filo. Bahkan mengikuti Filo hingga di rumahnya.

Tidak setiap kemampuan akan memberikan kemudahan, kenyamanan, dan menjadi sebuah berkah. Tidak bagi Filo. Pada awalnya, Filo merasa kemampuan yang membuat dia bisa merasakan dan melihat makhluk gaib merupakan sebuah kutukan. Hidup dengan penuh ketakutan melihat sosok mengerikan dan diteror tiada henti. Filo bahkan mencoba untuk menghilangkan kemampuan yang dimiliknya itu, namun tidak berhasil.

Berikut kisah Filo yang akhirnya berdamai menjadi seorang indigo yang bisa merasakan hal gaib dan makhluk supranatural.

Review dan Ulasan Novel Pengakuan Dosa

Sampul bukunya bagus. Memberikan kesan misteri, kelam, dan mistis. Dan ilustrasi di dalam buku juga bagus.

Narasi dan deskripsi cerita yang sangat kurang. Ini buku cuman 160 halaman loh. Dan gua sebagai pembaca selalu kekurangan informasi terhadap ceritanya. Deskripsi latar tempatnya yang kurang jelas, kurang detail. Deskripsi waktu yang kadang lompat-lompat.

Tokoh dan penokohan ceritanya jelek. "Si A yang pendiam, tidak punya banyak teman". Deskripsi detailnya mana? Ramah? Pemarah? Bertubuh gempal? Muka bulat? Potongan rambut cepak? Membawa tas? Berpakaian rapi? Perawakan, sifat, tingkah laku dan kebiasaannya kurang dijelasin.

Harusnya bisa begini, Ex (contoh aja, karena Filo katanya sedang menulis buku lanjutannya): Saat kelas 3 SMA, aku bertemu kembali dengan Davin, yang awalnya aku kenal saat berada di kelas 1 SMA. Davin adalah cowok dengan potongan rambut klinis, pakaian yang memang sengaja ketat atau mungkin karena tubuhnya yang berisi membuat pakaian yang dia kenakan selalu terlihat ngepas. Memperlihatkan lekuk tubuhnya... Tipikal cowok yang rajin, baik, bisa berteman dengan banyak orang karena wajahnya yang terlihat ramah.

Review Novel Pengakuan Dosa oleh Filo Sebastian
Novel Pengakuan Dosa oleh Filo Sebastian (dok. pribadi Rio Odestila)

Nggak jelas plot, jalan cerita, dan konfliknya. Di belakang buku tertera kalau buku ini termasuk kumpulan cerita. Dan namanya cerita, harusnya punya plot, konflik, jalan cerita yang jelas arahnya. Buku ini cuman berisi curhat dan keluh kesah Filo aja karena mempunyai kemampuan untuk melihat makhluk halus.

Kalau dibandingkan dengan dua buku lain yang mirip-mirip, penulis yang menceritakan kisahnya sendiri. Buku ini terasa seperti sekedar tulisan blog seseorang yang curhat tentang hidup dan kemudian dirangkum dalam sebuah buku. Nggak ada yang unik, berbeda, atau nilai tambah tertentu pada bukunya. Contoh yang mirip, Latihan Soal Mantappu Jiwa oleh Jerome Polin, sama-sama cerita diri sendiri tapi bisa dikemas lebih baik dengan menambahkan elemen interaktif seperti beneran ada soal matematika, simbol matematika, pembaca diajak ini-itu. Atau buku Wingit oleh Sara Wijayanto, kumpulan cerita juga tentang Mba Sara yang bertemu banyak sosok setan, biar unik dan punya nilai berbeda, bukunya ada dijelaskan tentang pesan moral yang harfiah, bukan sekedar tersirat di mana pembaca harus mencari dan paham sendiri.

160 halaman, serba nanggung sana-sini, bahkan kurang. Dan harganya 85k. Overkill banget. Kayaknya lebih bernilai dan patut beli seri KTJ aja, harganya bahkan ada yang di bawah ini.

Berharap buku berikutnya lebih baik. Jadi, rating untuk novel Pengakuan Dosa:

2.5
Keresahan penulis yang bagusnya nyaris

Baca juga: Review Novel Gending Pencabut Nyawa

Video Review dan Ulasan Novel Pengakuan Dosa

Posting Komentar

Posting Komentar