57GSGOUiym0RjqT60gh80ahb2hanHpOxHlTDFWHw
Bookmark

Review Novel Parang Maya

Blurb dan Sinopsis Novel Parang Maya

Kasno tak mengira di tanah perantauan nyawanya terancam karena pertempuran ilmu hitam. Teror demi teror harus ia hadapi. Kamiyak, arwah penasaran, mengintainya setiap saat. Bahkan saat ia tertidur, arwah menyerupai bayangan pekat dengan rambut putih menjuntai ke tanah itu terus memburu nyawanya. Belum lagi ia harus menuntaskan kutukan desa tetangga yang menimpa seorang anak kecil.

Didampingi oleh tetua desa, Kasno merasa percaya diri bahwa ia akan mampu menuntaskan teror. Namun, ia sama sekali tak menyadari bahwa kutukan tersebut lebih gelap daripada yang ia bayangkan. Ia terlibat dengan parang maya, santet yang dihunjamkan ke sukma seseorang untuk menuntut balas dendam kesumat pengirimnya.

Mencari pelaku santet yang mengancam satu desa tidaklah mudah. Mereka dihadapkan pada teka-teki tak berujung. Semua orang yang dicurigai telah tewas dengan cara yang mengenaskan. Tidak ada pilihan lain, mereka harus mengadakan ritual meminta bantuan arwah leluhur untuk mencabut santet mematikan tersebut. Akankah perang santet di tanah keramat bisa berakhir atau selamanya desa itu diselimuti kutukan?

Plot dan Jalan Cerita Novel Parang Maya

Kasno bersama adiknya suka bermain dan berenang di sungai. Suatu hari Kasno bersama adiknya pergi ke tempat pamannya yang adalah sebuah rumah apung di sungai. Pamannya saat itu sedang tidak berada di rumah. Kasno dan adiknya diam-diam memakai perahu kecil milik pamannya dan mulai bermain di sungai.

Namun, arus sungai yang awalnya tenang mendadak deras. Perahu yang Kasno dan adiknya gunakan terseret arus dan akhirnya terbalik. Kasno dan adiknya hanyut. Kasno akhirnya berhasil diselamatkan oleh seorang warga tetapi adiknya hanyut, tenggelam, dan tidak pernah ditemukan.

Bertahun-tahu berlalu, Kasno saat ini bekerja sebagai guru dan hari ini dia memperoleh tempat bertugas baru. Sebuah desa yang agak jauh letaknya dari kota.

Di desa tersebut, Kasno bertemu seorang gadis bernama Sarunai dan Kasno jatuh hati padanya. Sarunai adalah anak dari kepala desa yang juga seorang tabib di desa.

Suatu hari, Sarunai sakit. Penyakit misterius yang tidak jelas sebab dan asal-usulnya. Kasno kemudian dimintai bantuan oleh kepala desa untuk mencoba menyembuhkan Sarunai. Dari hasil penyelidikan kepala desa, Sarunai diguna-guna oleh seseorang dan bersama Kasno mereka mencoba untuk mencari pelakunya.

Review dan Ulasan Novel Parang Maya

Gua punya harapan kalau Bang Ben bisa menulis untuk buku kali ini sebagus buku sebelumnya, Kuyang, atau bahkan lebih. Tapi, sayang... Ada dua faktor besar yang membuat buku ini nggak sebagus novel Kuyang.

Jalan cerita/ketegangan cerita. Karakter.

Novel ini langsung mulai ketegangan cerita di atas. Adik Kasno hilang di sungai. Kasno membantu Salundik menolong gadis kecil yang disantet. Di teror hutan angker, danau mistis, warga desa tetangga yang menaruh permusuhan. Dukun lain yang membalas dendam. Setan/jin gentayangan. Banyak, dan terus menerus tanpa henti. Terlalu banyak hal yang terjadi dan informasi yang diberikan.

Sepanjang buku bawaannya deg-degan terus. Capek lama-lama. Menurut pengalaman dan preferensi pribadi ya, sebuah kisah horor bisa memberikan ketakutan ke pembaca dengan membangun ketegangan cerita secara bertahap. Naik, turun.

Sebagai pembaca, gua jadinya capek dengan segala hal yang terjadi, malah udah di tahap masa bodoh, yaudah lah gitu. Hingga yang harusnya memperoleh rasa takut dan teror jadi malah hanya penasaran, "Entar apa lagi nih?"

Dan berakibat ke penokohan, si karakter yang di mata pembaca kayak orang asing. Nggak peduli... Beberapa kali Kasno sebagai karakter utama melakukan tindakan heroik demi menolong kekasih tercinta, tapi gua, di mata pembaca melihat Kasno "Apaan sih?" Alasannya, gua nggak memperoleh bagaiman Kasno cinta ke Sarunai. Sejarah sejoli, bagaimana mereka bertemu, kisah asmara mereka yang menunjukkan cinta itu nggak ada di buku.

Sebagai pembanding nih atas komentar gua di atas. Gua ambil contoh dari buku Kuyang ditulis Bang Ben juga.

Review Novel Parang Maya
Novel Parang Maya oleh Achmad Benbela (dok. pribadi Rio Odestila)

Tokoh utama di sana diperkenalkan secara bertahap, dengan penokohan yang mirip-mirip seorang pria perantauan di tanah Kalimantan. Pembaca kemudian memperoleh cerita masa kecil tokoh, keluarga, istri tercinta, hingga akhirnya si tokoh pindah ke Kalimantan, bekerja sebagai guru, istri hamil, melindungi dan menjaga sang istri. Pembaca dekat dengan tokoh dan secara bertahap dikenalkan.

Kemudian teror diceritakan bertahap, diawali dengan bertemu dengan sepasang orang tua yang menawarkan makanan, keseharian sebagai guru, mengajar, tiba-tiba ada hal ganjil kayak siswa yang kesurupan, lanjut santai lagi bercengkrama dengan warga desa, terus kemudian kejadian ganjil lain yang kemudian meningkat perlahan hingga klimaksnya adalah pelaku ketahuan, dan tokoh akhirnya bisa menghadapi dan menyelesaikan ujian-ujian tersebut.

Sementara untuk konflik cerita, bagus kayak sebelumnya. Yang bahkan lebih adalah unsur misteri di cerita., meskipun akhirnya gua bisa menebak pelaku sejak pertama kali karakter diperkenalkan, tapi yang membuat gua penasaran adalah bagaimana.... Motif.

Dan kenapa buku ini mengalami hal yang sama dengan buku Kuyang, teksnya kecil banget. Masih banyak bagian yang tipo, kata ulang yang nggak ada tanda baca atau dialog yang tanpa petik. Penerbit sangat eksperimental kayaknya.

Beberapa judul lain ukuran teks nyaman dan standar, tapi 1-2 kali nemu malah ukurannya kecil kayak buku ini. (Buku yang gua baca dapat langsung dari penulis yak, kayaknya ARC deh, entah edisi yang udah beradar dengan perbaikan atau belum, nggak tahu ya). Rating novel Parang Maya:

4.0
Perang santet di hutan belantara

Baca juga: Review Novel Peka

Video Review dan Ulasan Novel Parang Maya

Posting Komentar

Posting Komentar