57GSGOUiym0RjqT60gh80ahb2hanHpOxHlTDFWHw
Bookmark

Review Novel The Inheritance Cycle 1: Eragon

Blurb dan Sinopsis Novel The Inheritance Cycle 1: Eragon

'Aku berpikir lama dan mendalam selama beberapa hari terakhir, dan kusadari apa artinya menjadi naga dan Penunggang: Sudah menjadi takdir kita untuk mencoba yang mustahil, untuk melakukan perbuatan-perbuatan besar tanpa memedulikan rasa takut. itulah tanggung jawab kita kepada masa depan.' 

Suatu hari Eragon, anak petani miskin berusia lima belas tahun, menemukan "batu" berwarna biru yang indah. Ternyata batu itu telur naga! Ditemani Brom si pendongeng tua dan naga yang dinamainya Saphira, Eragon belajar berbagai hal mengenai sejarah dan naga. Brom juga mengajarkan ilmu sihir dan ilmu pedang karena ternyata Eragon adalah penerus klan para Penunggang Naga. Klan ini punah karena ditumpas Raja Galbatorix yang kejam.

Berbekal ilmu dari Brom, Eragon bertekad membangun kembali klan Penunggang Naga, meskipun itu berarti ia harus menghadapi berbagai makhluk ajaib seperti elf, kurcaci, Urgal, Ra'zac, dan Shade, yang memiliki ilmu jauh lebih tinggi dari pada dirinya.

Plot dan Jalan Cerita Novel The Inheritance Cycle 1: Eragon

Eragon yang menemukan telur naga di hutan, kemudian menemukan dirinya terlibat dalam perang antara kekuatan kegelapan dan kekuatan cahaya.

Eragon tinggal di sebuah desa kecil bernama Carvahall bersama pamannya. Suatu hari, ketika sedang berburu di hutan, Eragon menemukan sebuah telur naga yang awalnya diduga batu permata. Telur tersebut kemudian menetas dan muncul seekor naga kecil yang diberi nama Saphira.

Eragon mengasuh Saphira dengan penuh kasih sayang dan bersama-sama mereka tumbuh menjadi pasangan yang kuat dan tak terpisahkan. Namun, kebahagiaan mereka tidak berlangsung lama, ketika pasukan Galbatorix, seorang raja yang jahat dan kuat, menyerang desa mereka dan membunuh pamannya. Eragon pun memutuskan untuk membalas dendam dan bergabung dengan pemberontak untuk melawan kekuatan Galbatorix.

Review dan Ulasan Novel The Inheritance Cycle 1: Eragon

Setelah baca ini gua tersadar. Penulis dan cerita fantasi zaman sekarang dangkal ya.

Buku ini menakjubkan seperti sosok naga yang menjadi bagian ceritanya. Narasi ceritanya terbaik, terutama bagaimana Paolini menggambarkan dunia fantasi di buku ini. Dan itulah faktor sebagai alasan saat gua menyebutkan kalau buku dan cerita fantasi zaman sekarang dangkal.

Bayangkan, di buku ini Paolini mendeskripsikan sebuah hutan begitu keren dan menawan sejauh lebih dari 2 halaman. Dua halaman lebih hanya untuk menjelaskan tentang hutan yang akan dilalui karakternya. Mungkin untuk sebagian orang akan menganggap kalau narasi tersebut berlebihan dan membuat ceritan lambat serta membosankan, tapi menurut gua justru itu kunci sebuah kisah fantasi bagus seharusnya ditulis.

Review Novel The Inheritance Cycle 1: Eragon oleh Christopher Paolini
Novel The Inheritance Cycle 1: Eragon oleh Christopher Paolini (dok. pribadi Rio Odestila)

Penulis harus bisa menyampaikan bagaimana indah, menakjubkan, magis, keren, menarik, dan betapa luar biasa dunia fantasi dari cerita yang ditulis.

Apa itu plot twist atau konflik cerita tak terduga, terkaget-kaget. Memang akan bagus kalau sebuah cerita mampu membuat pembaca terkejut terhadap jalan ceritanya yang nggak disangka. Tapi, untuk sebuah kisah fantasi, kisah heroik dan petualangan yang seru, menegangkan, dan menyenangkanlah yang membuat kisah fantasi hidup. Dan itu gua temukan di buku ini dan buku fantasi lain yang ditulis lama, dulu. Bukan kebanyakan buku fantasi zaman sekarang.

Dan karaktenya. Punya pembentukan karakter yang keren dan punya kemajuan karakter yang menarik. Satu per satu karakter diceritakan latar belakang mereka, dan bagaimana karakter tersebut akhirnya berubah dan menjadikan sosok mereka seperti sekarang.

Rating (personal) novel The Inheritance Cycle 1: Eragon: 4.5/5

Baca juga: Review Novel The Inheritance Cycle 2: Eldest

Video Review dan Ulasan Novel The Inheritance Cycle 1: Eragon

Posting Komentar

Posting Komentar