57GSGOUiym0RjqT60gh80ahb2hanHpOxHlTDFWHw
Bookmark

Review Novel Arwah

Blurb dan Sinopsis Novel Arwah

“Serius, elu mau kerja part time di Diskotek Lipstik?” Jounatan mengangguk. “Tapi diskotek itu serem, Jou. Ada hantunya.” Jou tak percaya hantu, dan dia sangat membutuhkan pekerjaan paruh waktu. Tapi adiknya mengatakan kalau sejak malam itu, selalu ada satu sosok tak kasatmata yang mengikuti Jou ketika pulang ke rumah.

Tak butuh waktu lama bagi Jou untuk menyadari bahwa kedatangannya dan teman-temannya ke diskotek terkutuk itu telah membangkitkan arwah penasaran yang haus darah. Mereka terseret ke sebuah tragedi yang telah lama tersimpan rapat. Sang arwah ingin mereka semua tahu bahwa yang mati tak pernah benar-benar mati!

Novel horor debut dari Jounatan & Guntur Alam. Mengangkat urban legend Indonesia sebagai tema utamanya.

Plot dan Jalan Cerita Novel Arwah

Jou, Leo, dan Nay adalah 3 orang sahabat. Suatu hari, karena butuh uang, Jou dengan meminta bantuan Melody (cewek yang suka kepada Jou) bekerja di sebuah diskotek. Semenjak itu, Jou mengalami kejadian janggal dan diduga dihantui oleh sosok arwah penasaran yang ada di diskotek tersebut.

Review dan Ulasan Novel Arwah

Novel horor ringan yang menyenangkan loh... Kok bisa pembaca lain pada menilai rendah sama novel ini? Menurut gua novel ini seru.

Karakter dan penokohan nggak menjadi masalah. Bagus. Mungkin yang menjadi pikiran pembaca lain, kenapa nama tokoh utama di novel ini sama dengan nama penulis. Jounatan. Menurut gua, mungkin penulis ingin bercerita kisahnya, atau sekedar narsis aja. Bagi gua nggak ada masalah sih.

Jalan cerita, konflik, dan plot juga oke. Ada twist yang cukup menyenangkan dan mungkin tak terduga juga. Ditutup dengan terbuka yang membuat pembaca bertanya-tanya. Akan ada apa lagi?

Review Novel Arwah oleh Jounathan & Guntur Alam
Novel Arwah oleh Jounathan & Guntur Alam (dok. pribadi Rio Odestila)

Deskripsi dan narasi juga bagus. SANGAT BAGUS, malah. Penulis mampu membangun suasa horor hanya dengan narasi dan deskripsi latar tempat yang sangat detail. Gua sempat kagum, perihal benda sepele seperti botol sabun yang dipencet dideskripsikan detail banget, bahkan waktu kemunculan dan teror setannya. Penulis mampu memainkan indra pembaca melalui narasi dan deskripsi untuk membangun suasana horor.

Mungkin yang menjadi minus adalah kemunculan setan yang terlalu sering dan deskripsi setan yang sama~Rambut panjang sebahu, gondrong, menutupi wajah, bermata merah amarah, kaos kuning bertuliskan Nirvana~terus berulang disetiap kemunculannya. Bisa gua toleransi deh, ini novel cuman 160an halaman. Setannya menjadi hal biasa, untung aja hal yang dilakukan si setan serem. Seimbang jadinya.

Rating (personal) novel Arwah: 4/5

Baca juga: Review Novel Tumbal

Video Review dan Ulasan Novel Arwah

Posting Komentar

Posting Komentar