57GSGOUiym0RjqT60gh80ahb2hanHpOxHlTDFWHw
Bookmark

Review Dokumenter The Social Dilemma (2020)

Kalian yang sedang membaca tulisan gua ini, buat kalian yang ingin tahu film apa sih The Social Dilemma (2020), maka gua akan sangat merekomendasikan kalian untuk langsung nonton aja dari pada membaca tulisan gua ini karena memang sebagus itu dokumenternya dan gua sangat merekomendasikan buat kalian Gen-Z untuk tonton.

DISCLAIMER!

Review berikut adalah opini personal penulis. Pembaca diminta untuk jangan terlalu diambil hati karena ini adalah ditulis sesuai selera penulis. Mengutip lupa dari siapa:

Review atau ulasan adalah karya dalam bentuk tulisan atau lainnya yang berisi informasi, baik fakta maupun opini, dari yang membuatnya. Review merupakan karya subjektif, yaitu berisi informasi, baik fakta atau opini, milik pembuatnya, yang dibuat secara objektif, yaitu tanpa pengaruh pihak luar.

Bukan karena dokumenter ini punya cerita bagus, bukan karena dokumenter ini mengasyikkan, atau bukan karena dokumenter ini sangat menghibur tetapi karena dokumenter ini akan menyadarkan kalian betapa jahatnya media sosial.

Tetapi kalau kalian masih penasaran, berikut review dokumenter The Social Dilemma (2020).

Deskripsi dan Sinopsis Dokumenter The Social Dilemma (2020)

Menjelajah dampak berbahaya jejaring sosial bagi manusia, dengan para pakar teknologi yang membunyikan peringatan pada ciptaan mereka sendiri.

Plot dan Alur Cerita Dokumenter The Social Dilemma (2020)

Ini adalah dokumenter yang diproduksi oleh Netflix. Di dalam The Social Dilemma (2020) kalian akan bertemu dengan beberapa orang yang akan memberikan informasi dan pernyataan sejujurnya tentang sosial media yang kalian gunakan, bahkan seperti sekarang ini ketika kalian membaca unggahan gua di blog ini. Dan mereka ini bukanlah orang sembarangan.

Mereka adalah orang-orang di balik berbagai fitur media sosial kalian atau bahkan orang yang membuat media sosial kalian. Ada yang sebagai pembuat dan pendiri perusahaan, ada yang sebagai teknisi yang membuat fitur, ada yang sebagai desainer, ada yang sebagai perancang bisnis, dsb. Dan mereka akan membeberkan apa yang sebenarnya terjadi di social media yang mereka buat dan yang sedang kalian gunakan.

Review dan Ulasan Dokumenter The Social Dilemma (2020)

Para narasumber sepanjang film akan membahas satu per satu topik mengenai media sosial, mulai dari fakta media sosial yang selain punya pengaruh baik seperti mempertemukan sanak keluarga juga punya pengaruh terhadap stres, kebahagiaan dan perselisihan, media sosial yang mampu membuat seseorang melukai diri sendiri atau bahkan orang lain, media sosial yang mengarahkan seseorang sedikit demi sedikit untuk berubah kepribadian, mengatur pilihan seseorang, mengatur tindakan seseorang, dan mengatur hidup kalian secara tidak kalian sadari.

Kalian yang berpikir kalau kalian yang mengatur diri kalian di media sosial ternyata selama ini salah karena sebenarnya media sosial itu sendiri yang mengatur diri kalian. Coba tonton deh, kalian pasti akan mindblowing dan sadar kalau itu benar.

Selain tentang wawancara dan cerita dari setiap narasumber, kalian juga akan menonton sebuah cerita yang akan menjadi perwakilan atau contoh dari apa-apa yang dijelaskan. Cerita tentang sebuah keluarga dan bagaimana media social mempengaruhi keluarga tersebut. Dari bagaimana media sosial membuat kalian ingin merubah diri kalian, bagaimana media sosial merusak hubungan kalian, dan bagaimana media sosial yang akhirnya mengatur dan merusak kehidupan.

Film ini salah satu film dokumenter terbagus menurut gua dibanding beberapa dokumenter lain yang sudah gua tonton yang jumlahnya masih bisa dihitung jari tangan. Kenapa? Karena informasi yang disampaikan di dalam The Social Dilemma (2020) akan mempengaruhi kalian, membuka pandangan baru, menyadarkan kalau selama ini hal-hal yang kita lakukan setiap hari yang anggap biasa aja yaitu menggunakan media sosial ternyata ada sisi lain yang nggak sangka-sangka.

Jujur aja gua punya berbagai media sosial mulai dari yang berjenis pesan seperti Gmail, Yahoo Mail, Messenger, Line, Whatsapp, Telegram. Berjenis koneksi dan hubungan seperti Facebook, Instagram, Twitter, LinkedIn, hingga yang berjenis hiburan seperti Youtube. Gua punya dan gua menggunakan semuanya setiap minggu bahkan setiap hari.

Paling parah sih Youtube, dengan kepribadian gua yang introvert dan memiliki kesenangan untuk menonton, setiap hari gua pasti akan membuka aplikasi Youtube entah itu ponsel atau komputer dan menghabiskan waktu berjam-jam menontoh video yang setelah gua pikir-pikir sebagian video tersebut sebenarnya tidak ada manfaatnya.

Untungnya untuk media sosial lain gua paling hanya mengunakan beberapa menit aja. Tapi Youtube beda banget. Kecanduan. Dapet notifikasi video baru, klik terus nonton. Muncul rekomendasi video sejenis, klik terus nonton. Cek beranda dan muncul video tertentu, klik terus nonton. Ga ada habisnya.

Seperti juga yang dijelaskan di The Social Dilemma (2020). Media sosial dirancang untuk mempengaruhi pengguna dan membuat pengguna kecanduan agar pengguna menghabiskan waktu terus di media sosial tersebut. Memanfaatkan pengguna untuk memperoleh keuntungan dari iklan yang tampil selama pengguna tersebut menggunakan aplikasi. Maka dari itu kita harus membatasi dan mengaturnya. Gua kemudian membuat aturan untuk diri sendiri, kalian bisa ikuti sih:

  • Seminimal mungkin atau bahkan keseluruhan abaikan segala notifikasi jika bukan hal penting terkait pekerjaan, keluarga, dan hubungan/relasi, terutama abaikan tentang rekomendasi. Ini bertujuan untuk mengurangi penggunaan media sosial.
  • Unggah karena memang ingin diunggah, bukan karena untuk memuaskan atau dari pandangan orang-orang. Ini bertujuan agar kita tidak dikontrol dan tidak dipengaruhi oleh media sosial dan orang yang menggunakannya.
  • Abaikan segala jenis angka yang muncul di media sosial, entah itu jumlah penonton, jumlah pengikut, jumlah komentar dsb. Abaikan agar tidak menjadi faktor yang mempengaruhi kecanduan penggunaan media sosial.

Itu sih. Bisa kalian ikuti atau bahkan tambahkan/kurangi sesuai kebutuhan. Intinya, media sosial sudah menjadi bagian dari kehidupan kita. Selain manfaat pasti ada jeleknya. Kita bisa memilih untuk tidak menggunakan tetapi pasti ada konsekuensi seperti ketertinggalan infomasi dsb. Maka dari itu, pilihan lainnya itu adalah menggunakan tetapi harus dengan bijaksana. Jangan sampai media sosial menjadi faktor yang menghancurkan hidup kita atau bahkan mengatur nyawa kita. Rating dokumenter The Social Dilemma (2020):

8.0
Tombol media sosial yang bikin kita nalar

Jangan lupa nonton agar kalian tetap waras dan terhibur. Sampai jumpa.

Posting Komentar

Posting Komentar