57GSGOUiym0RjqT60gh80ahb2hanHpOxHlTDFWHw
Bookmark

Review Buku I Want to Die But I want to Eat Tteokpokki

Blurb dan Sinopsis Buku I Want to Die But I want to Eat Tteokpokki

The South Korean runaway bestseller, debut author Baek Sehee's intimate therapy memoir, as recommended by BTS.

PSYCHIATRIST: So how can I help you?

ME: I don't know, I'm – what's the word – depressed? Do I have to go into detail?

Baek Sehee is a successful young social media director at a publishing house when she begins seeing a psychiatrist about her - what to call it? - depression? She feels persistently low, anxious, endlessly self-doubting, but also highly judgmental of others. She hides her feelings well at work and with friends, performing the calmness her lifestyle demands. The effort is exhausting, overwhelming, and keeps her from forming deep relationships. This can't be normal. But if she's so hopeless, why can she always summon a yen for her favorite street food: the hot, spicy rice cake, tteokbokki? Is this just what life is like?

Recording her dialogues with her psychiatrist over a twelve-week period, and expanding on each session with her own reflective micro-essays, Baek begins to disentangle the feedback loops, knee-jerk reactions, and harmful behaviors that keep her locked in a cycle of self-abuse. Part memoir, part self-help book, I Want to Die but I Want to Eat Tteokbokki is a book to keep close and to reach for in times of darkness. It will appeal to anyone who has ever felt alone or unjustified in their everyday despair.

——————

Aku: Bagaimana caranya agar bisa mengubah pikiran bahwa saya ini standar dan biasa saja?

Psikiater: Memangnya hal itu merupakan masalah yang harus diperbaiki?

Aku: Iya, karena saya ingin mencintai diri saya sendiri.

----- 

I Want To Die But I Want To Eat Tteokpokki adalah esai yang berisi tentang pertanyaan, penilaian, saran, nasihat, dan evaluasi diri yang bertujuan agar pembaca bisa menerima dan mencintai dirinya.

Buku self improvement ini mendapatkan sambutan baik karena pembaca meraskan hal yang sama dengan kisah Baek Se Hee sehingga buku ini mendapatkan predikat bestseller di Korea Selatan.

Plot dan Jalan Cerita Buku I Want to Die But I want to Eat Tteokpokki

Buku ini adalah buku non fiksi yang berpusat pada seorang pasien dan psikiaternya. Isi buku berupa transkrip obrolan sesi demi sesi konsultasi penulis dengan psikiaternya. Bahasannya sangat berat, suram, dan bikin murung. Topiknya bermacam-macam tapi utamanya adalah depresi dan overthinking.

Review dan Ulasan Buku I Want to Die But I want to Eat Tteokpokki

Buku ini akan sangat-sangat tidak cocok jika dibaca dalam kondisi mental yang tidak stabil seperti sedih, lelah, capek, dst. Pembaca akan terpengaruh oleh pikiran-pikiran penulis yang bahkan lebih tidak stabil lagi. Seperti halnya yang terjadi pada gua saat membaca buku ini, terbawa suasana muram dan depresi penulis, terpengaruhi. Akibatnya, gua baca secara perlahan-lahan saja diselingi bacaan lain yang lebih menyenangkan.

Dan itu hal yang gua suka dari penulis dan tulisannya. Bisa mempengaruhi pembaca walaupun dalam hal yang tidak benar-benar baik serta positif.

Review Buku I Want to Die But I want to Eat Tteokpokki oleh Baek Se-hee
Buku I Want to Die But I want to Eat Tteokpokki oleh Baek Se-hee (dok. pribadi Rio Odestila)

Oh, membaca buku ini bukan berarti kalian akan memperoleh solusi atas permasalah mental kalian terutama depresi. Pesan utama dari buku sebenarnya adalah 'Jangan mendiagnosa diri sendiri, pergilah ke layanan profesional atas permasalahan yang dimiliki.'

Rating (personal) buku I Want to Die But I want to Eat Tteokpokki: 3/5

Baca juga: Review Buku I Want to Die But I want to Eat Tteokpokki 2

Video Review dan Ulasan Buku I Want to Die But I want to Eat Tteokpokki

Posting Komentar

Posting Komentar