57GSGOUiym0RjqT60gh80ahb2hanHpOxHlTDFWHw
Bookmark

Review Antologi Wingit

Blurb dan Sinopsis Antologi Wingit

Penelusuran di sebuah kompleks perumahan terbengkalai kawasan Jakarta Timur malam itu awalnya berjalan menyenangkan. Sebelum masuk ke area kompleks, saya bersama Wisnu, Fadi, dan Demian membuka vlog dengan gimmick seru untuk mencairkan suasana. Namun, setibanya di lokasi rumah tingkat yang dikelilingi pepohonan dan semak, saya melihat semakin banyak makhluk tak kasatmata yang membuat saya terkejut. Tidak jauh dari situ, saya merasakan kehadiran sosok hantu yang ingin berkomunikasi dengan saya.

Hantu tersebut berwujud seorang anak kecil laki-laki. Fadi mengambil alih penelusuran saat makhluk tersebut berkomunikasi dengan saya. Selanjutnya, kami menyebut hantu anak kecil tersebut dengan nama Adik. Ia memiliki kebiasaan mengangkat kaki kanannya, lalu menggesekkan tulang kering kakinya ke betis kiri seperti merasakan gatal.

Ternyata, Adik tidak sendirian. Ia bersama dengan seorang kuntilanak yang ia panggil Tante. Adik bahkan menunjukkan di mana lokasi Tante berada, tepatnya di sebuah pohon. Inilah penelusuran kisah Adik dan Tante Kun bersama hantu-hantu lainnya.

Plot dan Jalan Cerita Antologi Wingit

Sebuah kumpulan cerpen yang ditulis oleh Sara Wijayanto dari kisah perjalanan hidup dan penelusuran mistis yang dia lakukan bersama timnya, Diary Misteri Sara. Total ada 7 cerpen.

Review dan Ulasan Antologi Wingit

Buku ini bukan novel ya, melainkan antologi alias buku yang berisikan kumpulan tulisan. Jadi ceritanya nggak cuma 1, tapi di buku ini ada 7 cerita.

Tiga cerpen terfavorit gua di antologi Wingit adalah berikut:

1. Marni

Kisah penari ronggeng yang dikhianati. Yang menarik perhatian gua adalah twist cerita yang nggak terduga.

2. Mary

Kisah sosok makhluk halus yang mencintai seorang pria yang masih hidup. Gua suka karena ada obrolan tentang permainan mistis memanggil makhluk halus seperti papan quija dan jelangkung.

3. Pocong Tanpa Nama

Kisah gadis yang terbuai cinta dan terjebak dunia hitam perdukunan. Suka cerita ini karena membahas tentang aliran sesat, pemujaan atau cult.

Review Antologi Wingit oleh Sara Wijayanto
Antologi Wingit oleh Sara Wijayanto (dok. pribadi Rio Odestila)

Semua cerpen di sini menarik. Memberikan pelajaran hidup dan moral terhadap pembaca atas peristiwa yang terjadi yang pernah dialami oleh roh penasaran. Tokoh juga kuat dan akan memberikan ikatan emosi dari latar kisah mereka. Ilustrasi yang dihadirkan juga keren, digambar dengan baik dan mampu membantu pembaca berimajinasi terhadap tokoh setiap cerpen dengan lebih mudah.

Yang gua nggak suka adalah penulisannya. Terpola, monoton, dan kaku. Setiap cerpen dibuka dengan cerita Sara Wijayanto saat melakukan penelusuran dan bertemu roh gentayangan, diikuti oleh kisah roh gentayangan tersebut, dan ditutup dengan nasihat-nasihat kehidupan oleh Sara Wijayanto.

Antara bagus atau nggak. Setiap bagian nasihat tersebut, muncul kesan menggurui secara halus yang gua tangkap. Tanpa bagian tersebut harusnya tidak masalah, seritanya sendiri sudah secara tersirat memberikan pesan tersebut. Seharusnya pembaca bisa menarik kesimpulan sendiri dari bacaan yang dibaca dan itu adalah salah satu unsur indah dalam membaca di mana pembaca menemukan hal menarik ataupun baru tanpa disengaja. Rating untuk antologi Wingit:

3.5
Perkumpulan sesat yang tidak sehat

Baca juga: Review Novel Rumah Teteh

Video Review dan Ulasan Antologi Wingit

Posting Komentar

Posting Komentar